my wife got hyper emesis
rabu 15 oktober. saatnya untuk periksa kehamilan idy ke dr. nining di rsia hermina depok. sudah tidak sabar melihat kondisi kandungan 3 bulan si kembar. sekalian konsultasi mengenai kondisi idy yang belakangan ini sudah sering muntah (bisa sampai 8-10 kali tiap harinya) dan nggak ada pasokan makanan yang masuk. bahkan pada saat ditimbang, berat badannya malah turun sekitar 4 kg. i am very worry bout that. walaupun kondisi mual dan muntah itu sudah sangat wajar bagi ibu yang melahirkan, namun bagi kita kondisi terebut agak gak wajar juga karena katanya sih yang wajar itu mual muntahnya hanya di pagi hari, tapi kalo idy mah hampir seharian mual muntah mulu….
setelah melihat kondisi si kembar yang kata dokter cukup baik, alhamdulillah…..kita pun menanyakan kondisi idy, dan menurut dokter kemungkinan besar idy mengalami hyper emesis. apa itu hyper emesis? silakan liat artikel di bawah…..
dokter menyarankan idy untuk dirawat inap 2-3 hari sambil diinfus untuk menggantikan cairan yang hilang dan sebagai pengganti makanan karena gak ada makanan yang masuk. akhirnya kita setuju dan mengikuti saran dokter…
alhamdulillah idy hanya 3 hari di hermina..pulang hari sabtu 18 oktober 2008. kondisinya sudah agak baikan.
Hyperemesis Gravidarum
Hyperemesis gravidarum (HEG) artinya muntah yang berlebihan dalam kehamilan sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari ibu hamil yang bersangkutan.Seperti biasanya jika tidak diketahui pasti penyebab sesuatu maka orang akan berteori. Diduga penyebabnya sebagai berikut: (1) Hormon: akibat kadar hormon HCG yang tinggi pada mola dan kehamilan kembar (2) Psikis: diduga faktor ini memperberat pada saat muntah-muntah sudah muncul (3) Defesiensi zat gizi: munculnya pada pagi hari setelah malm sebelumnya tidak makan, kekurangan vitamin B6 dan B1 serta protein (4) Faktor Alergi dan Imnunologi: bahan atau substansi yang keluar dari plasenta menimbulkan reaksi muntah-muntah pada ibu.
Pengobatan berupa rehidrasi (infus), diet (awal berupa karbohidrat kering seperti biskuit, roti) serta pemberian obat2an berupa : antimuntah (domperidon), sedasi (diazepam), antialergi (phenergan), vitamin (B1, B6 dll .
Terminasi kehamilan bisa dilakukan jika ditemukan hal2 yang mengancam jiwa ibu seperti: penurunan kondisi umum ibu, Nadi diatas 100x/menit, suhu diatas 38 derajat Celcius, Oliguria (pipis sedikit) dan proteinuria (kebocoran protein lewat urin), kuning (jaundice) dan gangguan neurologi.
Cara terminasi : jika hamil kurang dari 12 minggu dilakukan vakum kuret, jika kehamilan lebih dari 12 minggu dilakukan operasi yaitu hysterotomi (membuka rahim) dengan anestesi regional.
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.





Semoga sehat dan selamat sampai saat yang dinantikan tiba… memang sepertinya berat kalau sekali mendayung dapat dua bayi sekaligus.
Salam dari Rini dan Athar untuk calon bunda…