pengalaman dengan si kembar (pt.1)
Tuhan mengaruniakan anak kembar karena kehendak-Nya dan Insya Allah memberikan kepercayaan pada pasangan yang dapat menjaga amanah untuk dapat menjaga dan mendidik mereka serta dapat melalui segala cobaan yang dihadapi.
Pada saat setelah menikah memang terbersit keinginan untuk memiliki anak kembar…bayangan gw kayaknya lucu dan seru banged melihat kemiripan dan tingkah laku mereka, selain memang jarang sekali keluarga yang dikaruniai anak kembar. Menurut penelitian, informasi perbandingannya adalah dari hanya 4 anak kembar dari 1000 kelahiran atau bisa dikatakan 1:250. Memang setelah terbersit keinginan tersebut gw selalu berdoa, Ya Allah mudah2an aku dan idy dikasih kepercayaan untuk memiliki anak kembar…dan do’a gw ini baru gw sampaikan ke idy setelah idy cek USG pertama kali ketika didiagnosis kembar oleh dr novie di RS Hermina.
Alhamdulillah, sekarang kita sudah dikaruniai anak kembar perempuan yang lucu2 dan cantik2. Namun tentunya di samping kebahagiaan yang meliputi kami, sempat ada rasa kekhawatiran apakah kami sanggup menjaga, memelihara, dan membimbing si kembar kelak sampai dewasa…Mudah-mudahan dengan ikhtiar dan tawakal kami senantiasa berdoa semoga kami diberikan kekuatan tersebut.
Waktu 2 bulan nggak kerasa udah kami lalui, tentunya dengan banyak kegembiraan, kesenangan, dan tidak ketinggalan keluh kesahnya juga…
Kita coba merangkum beberapa cerita dan pengalaman selama 2 bulan tersebut, seperti di bawah ini…
-
Fezya+Fedya merupakan anak kembar pertama dari keluarga idy dan keluarga besar gw dari keturunan kakek dan nenek.
-
Khusus dari keluarga keluarga besar nyokap gw, rata-rata kakak dan adiknya nyokap udah punya cucu 2, jadi pas kelahiran fez+fed, nyokap resmi jadi nenek dengan 2 cucu sekaligus menyusul nenek2 yang laen.

-
Setiap kali orang baru mengetahui anak kita kembar, pertanyaan yang sama yang pasti diajukan pertama kali adalah…”Waah kembar ya? Memang ada keturunan kembar dari siapa?”. Sekalian klarifikasi aja deh, memang kalau dirunut, baik gw maupun idy bisa dibilang memang ada keturunan kembar. Kalau idy, kalo gak salah ada dari ua dan sepupunya yang lahir kembar, namun sudah meninggal. Kalo gw mah katanya ada keturunan dari saudaranya kakek yang punya beberapa anak kembar…Tapi kalo dipikir-pikir mah Wallahu Alam juga sih, belum tentu juga bila kita ga ada keturunan kembar berarti ga bisa dapet anak kembar. Kekuasaan Allah di sini yang Berkehendak…Jadi bagi yang mao punya anak kembar, resepnya hanya berdoa dan berusaha aja kok…hehehe…
-
Terkadang senang juga, anak kembar terkadang selalu jadi pusat perhatian dan orang-orang pasti pengen liat…Pada saat setelah melahirkan, fez+fed disimpan di ruangan bayi bersebelahan yang bis dilihat semua orang pada saat jam berkunjung. seringkali orang-orang pada seneng ngeliat mereka berdua dan bereaksi spontan ”wah..kembar neh”. Mudah2an Ya Allah mereka senantiasa dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan pada semua orang.
-
Idy sempat mengalami baby blues pada saat setelah melahirkan. Kemungkinan apa yang dirasakan idy apakah dia mampu merawat si kembar kali yah….Apalagi pada saat setelah pulang ke rumah, kala kondisi idy belum pulih bener, si kembar seringkali menangis gantian….*sori honey, sekarang mah udah tegar kan? hehehe*
-
Ternyata memang ngerawat bayi kembar perlu ekstra dalam segala hal…ekstra perawatan, ekstra persediaan popok/baju/bedong, esktra susu, esktra begadang, ekstra pegel, ekstra sabar..dll. Terkadang kita suka mikir…wah kayaknya gampang banged kali yak kalo ngurus cuman 1 bayi…
-
Seringkali kejadian fez baru tidur, fed bangun terus nangis…eh, begitu fed tidur, giliran fez yang bangun terus nangis juga…
-
Kita pikir persediaan popok, baju, dan bedong sudah cukup banyak untuk antisipasi ganti. Namun pernah beberapa hari, ternyata masih keteteran juga, apalagi semped beberapa hari tersebut cuaca mendung dan nggak bersabahat. Walhasil saat malem2, ketika persediaan bedong sudah habis, dari pada kedinginan si kembar akhirnya dibeding pake sarung mommy, ayah, dan neneknya…*untung ajah gak pake kaos liverpool ayahnyah..xexexe..*

….to be continued
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.




Comments
No comments yet.
Leave a comment