idy-arief wedding invitation

dear all our families, friends, and colleagues.

we would love all of you to join together in our special day

as we embark our journey of love as husband and wife.

aM I a sHoPahoLic??

            Am I a shopaholic?? Maybe yes..Yes, I was…2 years ago. But recently I’ve realized that I must make the difference between needs n wants! In fact one of my dearly students told me ‘bout that. Pathetic isn’t it? Maybe! But now it’s different.. I always make the reasons why I have to spend money for shopping.

            But I do believe that malls are the source of women’s power! Hehe..

Apapun pekerjaannya, betapapun lelahnya, begitu masuk ke mal perempuan seolah mendapatkan sumber kekuatan baru. Or it happens only to me yak??

Just like Superman who has the power from the sun and Aquaman from the water..haha..perempuan mampu menyerap energi yg ada didalam mal, dan mengubahnya menjadi kekuatan yg luar biasa, membuat para lelaki yg berusaha mengawal kehabisan tenaga, kemudian duduk kelelahan di kafe-kafe yg ada. Sementara the ladies keep moving and searching, keluar masuk toko, bolak-balik melihat barang yg sama.

            Kalau maw sedikit merhatiin neh, coba deh lihat di malls setiap weekend. We can see ceceran lelaki yg kehabisan energi, dengan tas2 besar penuh belanjaan, duduk minum kopi. They look so tired, tp tetap berusaha tampil ceria di hadapan perempuan yg mereka kawal. (Pernah ngalamin kyak gitu kan hun?? Hehe..sorry ya..) sementara sang perempuan dengan wajah yg bercahaya, gak sabar utk segera kembali berkeliling, menyerap energi yg keluar dari setiap toko.

            Kadang2 ya, perempuan pulang tanpa membawa apa2. kadang2 Cuma window -shopping, berpindah-pindah dari sumber energi yg satu ke yg lain, hanya utk melihat barang yg sama tanpa membeli apa-apa. Para lelaki?? Pingsan sajalah di kafe-kafe…hehe..

            Apalagi kalau lagi musim sale dan diskon! Kekuatan yg berhasil diserap para perempuan akan berlipat-lipat, membuat mereka mampu berkeliling sambil saling mendorong dan berebutan barang. Si lelaki?? Akan memilih berdiri diluar, sambil duduk di bangku yg ada di depan toko, kalau emang tersedia. Kalau tidak, mereka akan bersandar di ralling sambil memandang kosong ke kejauhan…huney, maap lagi yah.. J

Kadang ada jg tuh yg nekat nemenin ke dalam toko tp yg terjadi malah mereka ikutan terdorong ke kiri dan kanan, lalu menemukan diri mereka di depan kasir sambil membawa setumpuk barang. Tapi klo yg ini km blm pnh ngalamin kan hun?? But u will, oneday! Hehe..peace hun!

            Tapi itulah yg menarik, paling tidak bwat gw pribadi. Perempuan itu sangat unik dlm berbelanja..saking gila nya gw belanja, sampai2 skripsi gw wkt kul ttg shopaholic gitu..so, ladies let’s shop!

Marriage is the truly journey!

Menghadapi pernikahan mang gak mudah..few days ago I had a little chat with my best buddy ‘bout this matter. Not to mention that marriage is a problem but it has something that can make the people have high tension!

Ada orang yg bilang, di setiap perjalanan pasti ada titik dimana kita berhenti. Buat mereka yg sudah mencapai apa yg mereka cari, di titik itu mereka berhenti dan tidak akan bergerak lagi.

Berbeda dgn mereka yg blm menemukan apa yg mereka cari. Mereka akan selalu duduk dgn gelisah, bergerak terus spt monyet yg terbakar ekornya..hehe..sambil selalu memandang keliling, mencari kearah mana mereka akan melangkah.

Sebenarnya, dua kutub yg berbeda itu sama aja. Setiap orang akan mencari tempat dimana dia bisa berhenti dan beristirahat untuk selamanya. Mencari tempat untuk mapan, dan melepaskan kelelahan..

Nah, masalahnya ada yg menyangka kalau tempat istirahat adalah sebuah tujuan akhir mereka, sehingga mereka kaget ketika tiba2 harus bergerak lagi.
Banyak yg menyangka bahwa perkawinan adalah titik akhir dari perjalanan, dimana mereka bisa beristirahat untuk selamanya di dalam gedung nyaman bernama perkawinan. Menurut gw pribadi neh..they are wrong!

Perkawinan tidak pernah menjadi akhir dari perjalanan. Perkawinan adalah sekadar menemukan teman seperjalanan untuk mencapai tujuan yg sama. Marriage is the truly journey!

The different is  we are not alone now. There’s a friend to hold in hand along the journey together.

Kadang, di tengah perkawinan, dua orang memilih utk melanjutkan jalannya sendiri. Mungkin yg satu sudah merasa menemukan tujuan sementara yg lainnya belum. Mungkin juga mereka sampai ke persimpangan jalan dan gagal menemukan bersama arah mana yg bisa dijalani berdua..yah, bahasa simple nya seh..divorce!

Tapi banyak juga yg terus bergandengan tangan sampai ke tujuan, lalu menetap disana sampai diambil Tuhan. For them, live is so much great!

For me, lately I feel so sure that I’ve found someone to hold me to reach that goal. Memang bukan hal yg aneh, semakin mendekati tanggal perkawinan, gw n arief jd sering debat. Not about the wedding or the place where we live after married, but mostly bout our ego. something stupid like he forgot to call me or my impatient acts. i hope we can be better and wiser along the journey ya hun.. But beyond that, one thing for sure that I really want to spend my whole live with u huney…

dy

treatise of wedding

“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)

“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Ar-Ruum 21)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)

“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat 49)

“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra 32)

“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)

“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa : 4)

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)

“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah syaithan” (Al Hadits)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)

“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari Abdullah Ibnu Abbas ra).

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan” (Al Hadits)

“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)

“Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia (dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan kerusakan yang luas” (H.R. At-Turmidzi)

“Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain” (Al Hadits)

“Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (Al Hadits)

“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud)

“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)

“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari)

“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)

“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat” (HR. Ibnu Majah,dhaif)

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)

“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

“Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad)

“Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)

“Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

my wish

spirit of the rising sun lift me up
Hold me there and never let me fall.