Marriage is the truly journey!
Menghadapi pernikahan mang gak mudah..few days ago I had a little chat with my best buddy ‘bout this matter. Not to mention that marriage is a problem but it has something that can make the people have high tension!
Ada orang yg bilang, di setiap perjalanan pasti ada titik dimana kita berhenti. Buat mereka yg sudah mencapai apa yg mereka cari, di titik itu mereka berhenti dan tidak akan bergerak lagi.
Berbeda dgn mereka yg blm menemukan apa yg mereka cari. Mereka akan selalu duduk dgn gelisah, bergerak terus spt monyet yg terbakar ekornya..hehe..sambil selalu memandang keliling, mencari kearah mana mereka akan melangkah.
Sebenarnya, dua kutub yg berbeda itu sama aja. Setiap orang akan mencari tempat dimana dia bisa berhenti dan beristirahat untuk selamanya. Mencari tempat untuk mapan, dan melepaskan kelelahan..
Nah, masalahnya ada yg menyangka kalau tempat istirahat adalah sebuah tujuan akhir mereka, sehingga mereka kaget ketika tiba2 harus bergerak lagi.
Banyak yg menyangka bahwa perkawinan adalah titik akhir dari perjalanan, dimana mereka bisa beristirahat untuk selamanya di dalam gedung nyaman bernama perkawinan. Menurut gw pribadi neh..they are wrong!
Perkawinan tidak pernah menjadi akhir dari perjalanan. Perkawinan adalah sekadar menemukan teman seperjalanan untuk mencapai tujuan yg sama. Marriage is the truly journey!
The different is we are not alone now. There’s a friend to hold in hand along the journey together.
Kadang, di tengah perkawinan, dua orang memilih utk melanjutkan jalannya sendiri. Mungkin yg satu sudah merasa menemukan tujuan sementara yg lainnya belum. Mungkin juga mereka sampai ke persimpangan jalan dan gagal menemukan bersama arah mana yg bisa dijalani berdua..yah, bahasa simple nya seh..divorce!
Tapi banyak juga yg terus bergandengan tangan sampai ke tujuan, lalu menetap disana sampai diambil Tuhan. For them, live is so much great!
For me, lately I feel so sure that I’ve found someone to hold me to reach that goal. Memang bukan hal yg aneh, semakin mendekati tanggal perkawinan, gw n arief jd sering debat. Not about the wedding or the place where we live after married, but mostly bout our ego. something stupid like he forgot to call me or my impatient acts. i hope we can be better and wiser along the journey ya hun.. But beyond that, one thing for sure that I really want to spend my whole live with u huney…
dy
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
hati2 miss…!!!
perasaan negatif diilangin yah… pokoke ini menyerang kaum perempuan yaitu kata-kata ” apa bener besok ia bakan nikahin gw?” nah semoga miss nggak terpengaruh kata2 ntu..
kalo buat cowok pasti yang ada dipikirannya, “apa dia beneran mau nikah sama gue…” hehehe
ya keep semangat miss!!!




Akhirnya ..my best pren yg satu ini laku juga ..huahahahahahaha…
btw ..salut buat kalian Idy dan mas Arif , eiitsss…tapi jangan lupa ya ..walaupun undangan dah lo pajang gede disini ..tapi gw ga mo datang klo undagan ga datang kerumah …wajib hukumnya. berikutnya …katanya mo ngadain party perpisahan neh ?? kapan hayo ? gw ngikut aja deh
Selamat ya Sist and bro